"Lho, Memang Papa juga tidak sakit menyaksikan Mama main dengan orang lain?" balasku tak mau kalah.
"Ma, Justru disitulah seninya, ada perasaan sakit hati, cemburu, nafsu, dll"
Istriku terdiam, mungkin mencoba mencerna kata-kataku. Lama kami terdiam dengan pikiran kami masing-masing, akhirnya..
"Baiklah Pa, Mama setuju, tapi harus dengan pasangan yang bersih! Bukan cowok/cewek panggilan!"
Lega rasanya mendengar kalimat yang aku tunggu-tunggu dari mulut istriku.
"Ma, Justru disitulah seninya, ada perasaan sakit hati, cemburu, nafsu, dll"
Istriku terdiam, mungkin mencoba mencerna kata-kataku. Lama kami terdiam dengan pikiran kami masing-masing, akhirnya..
"Baiklah Pa, Mama setuju, tapi harus dengan pasangan yang bersih! Bukan cowok/cewek panggilan!"
Lega rasanya mendengar kalimat yang aku tunggu-tunggu dari mulut istriku.
Aku langsung mencari-cari pasangan yang mau senang2 dengan kami, email-email dari pengirim cerita cerita seks yang menceritakan tukar pasangan aku kirimin ajakan dan setelah sekian lama akhirnya aku mendapatkan balasan yang cukup banyak. Memang rata-rata peminat tukar pasangan agak susah cocok, ada aja yang jadi kendala, ntar cowoknya ga cocok dengan ceweknya atau sebaliknya.
Meskipun istriku tergolong cantik dan masih muda (19 tahun) namun bodynya agak kurus dengan dada 32A alias kecil mungil, belum pernah melahirkan, sedangkan aku sendiri Manado, berwajah biasa-biasa aja, dengan umur 29thn, 173 cm, 73 kg (Kalau ada pembaca yang berminat silakan kirim email)
Pengalaman pertama Dengan suami istri manado, Sungguh pasangan yang serasi, yang laki tinggi, ganteng dan atletis sedangkan istrinya putih bersih, semampai, dengan body yang aduhai, meskipun agak minder akhirnya kami lakoni juga,
Bertempat di sebuah hotel di bilangan Jakarta Timur dengan Paviliun, kami memesan 2 kamar bersebelahan, setelah keadaan aman kami berempat dalam satu kamar. Awal mula rasanya sangat canggung, Namun toh akhirnya kami mulai dengan cumbuan-cumbuan bersama pasangan kami masing-masing, Aku berciuman mesra dengan istriku sementara Ferry dan Erina (sebut saja namanya begitu) asyik berciuman juga, Kami saling pandang melihat langsung pasangan lain bermesraan, gairah didadaku semakin terbakar menyaksikannya..
Perlahan namun pasti pakaian kami sudah bertebaran dilantai, Sambil terus bercumbu aku menyaksikan body Erina yang telah bugil, sungguh indah.. aku tak tahan sendiri aku langsung melangkah kearah Erina dan Ferry pun mengerti dia langsung mencumbu istriku..
Sementara aku sedang menciumi seluruh tubuh Erina yang mulus, aku melihat Ferry pun sedang asyik menikmati tubuh istriku, Perasaan gairah, nafsu, cemburu berbaur menjadi satu.. Aku tumpahkan semua hasratku ke tubuh Erina, Jengkal demi jengkal tubuh Erina tidak ada yang luput dari jilatan lidahku dan elusan jari-jariku, buah dadanya yang besar dengan gemas aku remas, putingnya yang kemerahan aku kulum, jilat dan kadang aku gigit pelan, Erina semakin terbakar, jari-jarinya yang lentik menggenggam senjataku, sementara istriku aku lihat sedang asyik mengoral senjata Ferry yang telah keras.. Erinapun tak mau kalah, dengan mahirnya dia menjilati dadaku, perut dan terus turun menjilati senjataku, diselingi dengan kocokan tangannya yang lembut..
Kian lama suasana kian panas, aku balik menyerang Erina, lidahku bermain lama di vagina Erina, klitorisnya yang agak besar aku jilat sampai mengembang, lidahku mencoba menerobos kedalam liang vaginanya, sementara jari jariku terus memilin puting buah dadanya, Erina semakin tak tahan dengan seranganku sementara aku lihatpun istiku masih asyik mencumbu penis Ferry, mulut istriku yang mungil sampai monyong mengulum senjata Ferry yang berukuran lumayan,
Aku semakin terbawa arus, Erina berteriak-teriak tak tahan minta aku segera memasukkan senjataku, namun aku belum puas menikmati keindahan tubuhnya, meskipun lidahku sampai kaku menusuk vagina Erina namun aku terus melumat seluruh tubuhnya.
Aku lihat istriku sudah menerima tusukan senjata Ferry dengan gaya doggy, erangan dan rintihan mereka terdengan jelas ditelingaku.. Akupun segera membopong tubuh Erina dan menidurkannya di kasur.. Dengan gaya konvensional Aku masukkan senjataku ke dalam vagina Erina yang sudah basah.. Lain.. sungguh lain dengan vagina istriku, vagina Erina meskipun sudah punya anak 2 masih terasa mencengkram.. Aku terus menaikturunkan pantatku meraih puncak kepuasan, namun sampai keringatku bercucuran dan berbagai macam gaya sudah aku lakukan, aku belum keluar, ada perasaan ingin menang dihatiku yang membuat aku sekuat mungkin menahan orgasmeku..
Dan akhirnya memang aku menang, aku lihat Ferry sudah menyemburkan spermanya ke perut istriku.. Aku semakin bergairah melihatnya, Dengan gaya doggy aku terus menggempur Erina yang sudah orgasme 2x, istriku yang melihat aku belum keluar menghampiri aku, tanpa disuruh istriku menjilati ujung dadaku dan kadang disedotnya kencang, Gairahku semakin tak terbendung.. Akhirnya akupun melepaskan orgasmeku di bokong Erina..
Setelah istirahat beberapa menit, kami melanjutkan kembali pertempuran. Kali ini permainan menjadi 3 lawan satu dan masing-masing orang mendapatkan jatah, Pertama adalah Erina, Tubuh Erina terlentang pasrah menerima cumbuan kami bertiga, aku mencium bibir Erina yang sensual sementara istriku mencumbui buah dada Erina dan Ferry asyik menjilati vaginanya.. dan efeknya sungguh luar biasa tanpa penetrasi Erina sudah mengalami orgasmenya, giliran kedua adalah istriku, hampir seluruh bagian tubuh istriku tak luput dari belaian dan jilatan, dengan kompak Erina, Ferry dan aku menyerang istriku, kali ini istriku bertahan agak lama, akhirnya karena senjataku sudah menegang kembali aku masukkan senjaku ke dalam vagina istriku, sementara Erina dan Ferry mencumbui buah dada istriku kiri dan kanan, dan tak lebih dari 5 menit istrikupun mengalami orgasme dengan teriakan yang cukup erotis.
Kini aku dan Ferry saling berpandangan, aku mempersilahkannya duluan. Karena aku tidak bakat gay, aku biarkan Ferry dicumbu oleh istriku dan istrinya, dengan rakusnya Erina menjilati dada Ferry sementara istriku aku mengkaroke senjata Ferry, kadang bergantian istriku yang menjilati tubuh Ferry sementara Erina mengoral senjata suaminya.. Dan mungkin fisik Ferry yang sedang lemah atau memang kenikmatan yang diterimanya terlalu tinggi, Ferry menyemprotkan cairan kenikmatannya saat Erina sedang mengoralnya..
Kini giliranku.. sambil berciuman dengan Erina, istriku mencumbui dadaku, lidah istriku yang mahir bermain dari leher sampai senjataku, sementara akupun tidak tinggal diam meremas apa saja yang ada didekatku, kadang buahdada Erina, kadang buah dada istriku, kadang pinggul dan pantat Erina kadang pantat istriku, kini ujung dadaku dicumbu keduanya Erina menjilati dada kiriku dan istriku menjilati dada kananku, sungguh kenikmatan yang tiada tara, senjataku semakin membengkak keras, tak sabar akupun meminta Erina diatas, dan dengan lincahnya Erina menuntun senjataku, pinggulnya yang besar bergoyang seirama keluar masuknya senjataku dalam vaginanya,
meskipun kenikmatan yang aku peroleh dobel namun memang untuk orgasme yang kedua aku agak lama, Aku lihat Ferry asyik menonton kami, sementara Erina akhirnya malah orgasme diatas perutku, posisinya diigantikan istriku, istriku yang termasuk lihai bergoyang, mengeluarkan seluruh kemampuannya sementara Erina mencumbu dadaku dan mengelus biji kemaluanku, Aku semakin tak kuat menahan kenikmatan yang datang, akhirnya aku semprotkan spermaku kedalam vagina istriku berbarengan dengan orgasme istriku. Kemudian kami tertidur dalam kelelahan dan kepuasan.
Pengalaman kedua adalah seorang wanita setengah baya yang hanya ingin menonton kami main, katanya gairahnya hanya bisa terbakar jika menyaksikan suami-istri bersetubuh langsung didepan matanya, Karena dia yang mau membayar semuanya, ajakkannya aku terima, tentunya setelah bicara dengan istriku. Dan sungguh aku dibuat kaget saat bertemu dengannya, wajah dan bodinya bisa aku nilai 9. Tak banyak basa-basi kamipun langsung menuju hotel.
Aku sebenarnya bergairah banget melihatnya, sayang dia hanya mau menonton, aku dan istriku kini asyik bercumbu, kami saling meremas dan memberikan rangsangan, Perlahan pakaian kami berserakan, aku dan istriku sudah telanjang bulat sementara tante Henny semakin serius memperhatikan kami, aku lihat wajahnya yang putih sedikit memerah, mungkin sudah bergairah menyaksikan percumbuan kami yang semakin panas, istriku sedang mengoral senjataku, Aku hanya bisa terpejam menikmati permainan mulut istriku di senjataku, namun sungguh tidak aku duga, bibirku terasa ada yang melumat, aku membuka mata sedikit, ternyata tante Henny sedang melumat bibirku dan dalam keadaan telanjang bulat.. Aku yang dari tadi memang bergairah melihatnya semakin bergairah, aku balas melumat bibirnya, lidah kami saling mendorong, sementara jari-jariku meremas buah dadanya bergantian, istriku masih asik mengeluarkan senjataku dalam mulutnya..
tante Henny menyodorkan buah dadanya ke mukaku, langsung saja aku cium kedua buah dadanya bergantian, tak puas sampai disitu, mulutku langsung melumat putingnya, tante Henny semakin meracau tak karuan, dan tak tahan sendiri, dia menarik istriku yang sedang ayik mengoral senjataku yang kaku, dan tante Henny menggantikan istriku mengoral senjataku, istriku pun langsung berpindah mencumbu dadaku, kini aku yang berbalik tak tahan, aku tarik tubuh tante Henny yang sedang berjongkok, lalu aku bisikan supaya dia nungging, dan dengan sati sentakan saja, senjataku sudah terbenam seluruhnya ke dalam vagina tante Henny, Oh.. sungguh hangat sekali vagina tante Henny, aku menggerakkan pinggulku mengeluarmasukkan senjataku, dan istriku yang pintar mengambil inisiatif memilin buah dada tante Henny sementara tangan yang satunya menggosok lembut klitoris tante Henny, dan Tak perlu waktu lama, seluruh tubuh tante Henny mengejang dan melepaskan orgasmenya yang pertama, jelekknya tanpa ba bi Bu lagi tante Henny langsung menuju pembaringan dan tidur!!
Kini tinggal aku dan istriku yang sedang nanggung melongo!! untunglah kami cepat sadar dan meneruskan permainan menuju puncak kenikmatan, mungkin karena pemanasan sudah cukup, tak lama dengan gaya standar dia diatas aku dibawah kami berbarengan mencapai orgasme. Ketika kami bangun, tante Henny sudah tidak ada di tempat dan hanya meninggalkan amplop berisi uang, Aku jadi tambah bingung??
*****
Sejak saat itu, kami mencoba mencari pasangan2 lain yang sepaham dengan pikiran kami, lebih baik selingkuh di depan mata kan, dari pada di belakang suami/istri pada main nyeleweng semua??